5.6.11

Titik tolak sebuah transformasi : Raker & Bonding



* Volunteer Doctors

bentuk tanggung jawab dari transformasi perubahan arah gerak.rapat kerja.itulah yang kemudian kami lakukan setelah mencoba mengubah sistem Volunteer Doctors yang semula sebatas komunitas penyedia Sumber Daya Manusia di bidang medis untuk kerelawanan menjadi lembaga non profit yang bergerak di bidang sosial-kesehatan-kemanusiaan (walau masih dalam bentuk komunitas untuk saat ini).mencoba lebih terarah, terstruktur dan sistematis.belajar untuk lebih mandiri,belajar untuk bisa menjalankan dan mempertahankan idealisme untuk bisa bertahan sampai akhir.belajar untuk berintegritas dan saling memiliki.untuk kebermanfaatan yang lebih luas.

mulai menambah anggota baru.kali ini lintas fakultas namun tetap dalam lingkup medis.mereka yang sekiranya bisa sewarna,berintegritas dan totalitas berjuang untuk umat. 2 mobil dan 2 sepeda motor akhirnya bertolak dari Jatinangor menuju sebuah villa di kawasan kampung toga. perjalanan ditengah gelap malam, rintik hujan, angin dan kabut menjadi bukti kesungguhan.

terbayar dengan hangatnya kebersamaan.mulai dari malu-malu untuk bisa saling mengenal,hingga akhirnya senyum lebar dan tawa lepas,sesekali diselingi canda mewarnai malam dan menyeka lelah.mencoba menyentuh hati. Bonding.







* tiba di kampung toga, bercengkrama, mengenal, dan mengakrabkan diri ditengah lelah

Dingin dan segarnya udara kampung toga di pagi hari kembali dihangatkan dengan cangkir teh, yang dilanjutkan dengan sosis dan jagung bakar.ntah rasanya apa,namun saya menyebutnya rasa kebersamaan.sosis dan jagung kebersamaan :)



*suasana kampung toga






* mempersiapkan amunisi :)



* bakar-bakar






* sosis bakar




* jagung bakar



* minum-minum :)



* makan-makan

Terakhir ditutup dengan rapat kerja.mengenal VOL-D lebih jauh.mencoba menanamkan nilai dan rasa kepemilikan.mencoba merumuskan bentuk-bentuk kontribusi untuk umat dengan kapasitas yang kita miliki sekarang.mencoba memantik komitmen dari setiap kita.




* Rapat Kerja

semoga bentuk transformasi ini menemukan titik idealnya, menemukan komitmen untuk yang manjalani nya, dan menghasilkan ledakan kebermanfaatan bagi lingkungan nya.



teruslah mengabdi, melayani, berkontribusi :)

27.5.11

Volunteer Doctors: wujud realisasi mimpi




Berawal dari hati. Untuk terus mengabdi. Memberikan persembahan dari hati yang tak mati. Sebuah kulminasi dari semangat individu yang kini menjadi semangat kolektif. Untuk mengabdi dan berkontribusi untuk umat. Memberi apa yang mampu kita beri dengan kapasitas yang dimiliki. Dinamis dan fleksibel dalam pergerakan, membentuk keluarga, tak sekedar partner kerja. Dengan kemauan, kesungguhan dan keberanian selalu bertransformasi untuk memformulasikan komposisi terbaik, menjadi wahana membangun idealisme dan mewujudkan mimpi-mimpi bagi bangsa.

Volunteer Doctors (VOL-D), menjadi perwajahan atas mimpi itu. Menjadi lembaga non profit yang bergerak di bidang sosial-kesehatan-kemanusiaan. Berbasis orang-orang kesehatan, namun tetap terbuka untuk umum. Mencoba merepresentasikan arah nya dalam visi "Menjadi wadah penyaluran jiwa sosial, sarana pembelajaran, dan tempat berkontribusi untuk umat sesuai dengan kapasitas yang dimiliki."

Menyelenggarakan berbagai kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang tepat guna, Memberikan pelayanan optimal dengan kompetensi inti yang dimiliki, serta Memberikan kontribusi positif kepada masyarakat sesuai dengan kapasitas yang dimiliki menjadi misi yang melatarbelakangi mengapa VOL-D ada dan bagaimana VOL-D mencapai arahan yang telah ditentukan tadi.

Berbagai kegiatan sosial-kesehatan-kemanusiaan seperti balai pengobatan, bantuan medis, tanggap bencana, recovery dan rehabilitasi bencana, penyuluhan, pelayanan kesehatan, pelatihan, pemeriksaan kesehatan, community development, pembinaan serta kegiatan-kegiatan sosial lainnya menjadi wujud konkret dari apa yang dikomitmenkan bersama.

Aktif di luar dan solid di dalam. Menjalin kerjasama dengan berbagai mitra strategis, belajar banyak dari elemen luar, menebar manfaat, dan tetap menjaga ikatan hati antara elemen pembangun VOL-D.

Hingga sekarang, bersama mitra strategisnya, VOL-D telah memberikan pengobatan gratis untuk ribuan orang di berbagai tempat, memberikan bantuan medis dalam fase tanggap bencana hampir di setiap bencana yang terjadi terutama di wilayah Jawa Barat, juga menjalankan recovery dan rehabilitasi setelahnya.

Selain itu berbagai upaya promotif preventif berupa edukasi kesehatan melalui penyuluhan telah dilakukan untuk ribuan orang di berbagai tempat dan berbagai kalangan, mulai dari murid TK hingga masyarakat lanjut usia. Pendampingan medis untuk berbagai lembaga, organisasi, dan kegiatan atau acara kerap dilakukan. Pembinaan kesehatan menjadi agenda yang diperhatikan, pembuatan kurikulum kesehatan dan monitoring kesehatan ratusan anak jalanan, hingga pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi kader telah dilakukan.

Pelatihan kesehatan pun telah dilakukan untuk ribuan orang dari berbagai kalangan di berbagai kegiatan, dengan beragam materi kesehatan. Memeriksa kesehatan ribuan orang, mulai dari kalangan siswa pendidikan anak usia dini (PAUD), pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat lanjut usia (lansia) juga telah dilakukan, dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut untuk ribuan murid PAUD hingga siswa SD menjadi agenda yang masih dilakukan hingga kini. Pendampingan orang-orang dengan HIV/AIDS pun menjadi salah satu agenda yang diperhatikan.

Hingga kini yang tergabung di keanggotaan Volunteer Doctors meliputi mahasiswa Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Farmasi, Fakultas Keperawatan, Fakultas Psikologi, Kebidanan, Analis Kesehatan, dan Fakultas Teknik. Juga mahasiswa Program Profesi Dokter, Dokter Gigi, Ners, Bidan, Apoteker, Sarjana Teknik dsb. Keanggotaannya terdiri dari lintas fakultas, dan universitas (Unpad, ITB, UIN, Poltekkes, dll).

Penghargaan sebagai “Inspiring Student Social Movement” Kategori Pelayanan Kesehatan dan Penanggulangan Bencana Alam dari Masyarakat Ilmuan dan Teknolog Indonesia, juga "Young Changemakers 2012" dari Ashoka Indonesia telah diraih lembaga ini pada tahun 2012. Lembaga ini pun kini sempat dijadikan ikon dan liputan oleh beberapa media, seperti majalah, maupun koran nasional.

Ini hanya sebagian cerita dari berbagai kegiatan sosial yang kami lakukan, semoga ini bisa jadi pemantik semangat kita untuk terus mengabdi, melayani, berkontribusi :)



Bagi yang ingin mengenal lebih jauh Volunteer Doctors, bisa mengakses blog kami di  http://volunteerdr.blogspot.com , tergabung di group FB VOLUNTEER DOCTORS (Relawan), Fans Page FB Volunteer Doctors, mengikuti lini masa kami di twitter @VolunteerDoctor , atau melihat video kami di  http://www.youtube.com/watch?v=NQn8t0YrjOg&feature=youtu.be&t=36s juga mengunduh video lainnya di http://www.4shared.com/video/HV1rI4Y0/vol-D.html .

Untuk tawaran kerjasama, donasi, informasi terkait Volunteer Doctors, silakan mention ke @VolunteerDoctor , atau bisa menghubungi 081802296583.

Volunteer Doctors, -mengabdi, melayani, berkontribusi-

27.2.11

Balai pengobatan Cisitu, harapan besar membuat kami sadar untuk terus belajar

nampak tergesa-gesa dan persiapan pun belum cukup mantap untuk turun hari ini. Namun, semangat untuk berbagi jauh mendahului rasionalitas yang ada pada saat itu. Begitu yang saya lihat dari kader-kader korps relawan nusantara salman pada saat itu. Kami memang terlambat, tapi kader-kader rumah amal salman, para ibu riksa, kelompok pemberdayaan ekonomi dan pembinaan anak jalanan ini begitu antusias dan semangat nya membantu kami dalam kelancaran acara hari ini.


* relawan yang bergerak untuk balai pengobatan Cisitu hari itu

Balai pengobatan gratis untuk warga Cisitu, itu yang kami selenggarakan. Dengan bermodal 3 orang adik angkatan saya di kedokteran Unpad, yang tergabung dalam Volunteers Doctor (VOL-D) kami coba berkontribusi untuk membantu kelancaran acara tersebut. Acara memang telat, tapi itu tak menyurutkan semangat kami, terlebih melihat harap dari para warga yang sudah dari pagi bersabar menunggu.



* relawan VOL-D yang turun ke lapangan


* balai pengobatan gratis untuk warga Cisitu @ rumah susun mahasiswa ITB

Bismillah, dokter memang belum datang pada saat itu. Dengan berbekal kemampuan medis yang kami pelajari di kampus, serta berbagai pengalaman kami turun ke lapangan, menuntun kami untuk memulai dan melayani. Disinilah terasa indahnya berbagi, melayani, mengajarkan, dan berkontribusi. Walau kecil kapasitas kami, tapi bukan berarti sama sekali tak bisa memberi. Ini sekaligus laboratorium pembelajaran kami yang begitu berarti.


* persiapan obat








* anamnesis, pemeriksaan, dan penegakan diagnosis yang kami lakukan

Dokter pun datang, namun tak berapa lama mereka pun harus kembali. Meninggalkan beberapa pasien yang berharap untuk dilayani, dan tulisan resep yang perlu kami cermati. Tinggalah kami yang terkadang harus merenungi. Merenungi keluhan pasien yang terkadang tidak kami mengerti, merenungi tulisan dan maksud resep dokter yang tak seluruhnya pula kami mengerti. Konflik, terimakasih telah menampar kami agar kami bisa belajar lebih dan menjadi lebih matang kelak. Tatap harap mata mereka benar-benar menantikan karya dan bakti kita. Bukan sebagai mahasiswa kedokteran, ketika turun di lapangan di mindset mereka kitalah penjawab harapan itu, layaknya dokter seutuhnya.


* kedatangan dokter yang dinantikan akhirnya dikerubungi warga :)




* penyusunan obat dan pengambilan resep yang cukup hectic, setelah lama ditampung


* berdiskusi tentang resep yang tak dimengerti, dan mencari alternatif obat yang tidak tersedia


* menggantikan peran dokter yang harus kembali, sementara pasien banyak yang belum terlayani

Hampir 200 orang pasien yang ditangani, dan hampir setengahnya benar-benar dipegang kami, yang masih -dan akan terus- belajar dan mencari pengalaman. Letih, lelah itu nyata. Tapi itu tak seberapa ketika melihat lengkung senyum dan ucapan terimakasih mereka.


* para warga (pasien) yang sudah menaruh harap dan bersabar dari pagi

Hectic, dan mungkin agak sedikit tak terkendali. Itu yang bisa sedikit menggambarkan hari. Tapi Alhamdulillah, semua bisa teratasi. Terimakasih, itu mungkin kata yang mewakili, atas ajakan untuk sama-sama berbagi. Disini kami belajar untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas keilmuan. Untuk kebermanfaatn yang lebih luas lagi.



* dokumentasi di penghujung acara :)

Mari, kita lanjutkan memberikan persembahan dari hati yang tak mati ini :)