4.2.10

Jatinangor Project, sebuah contoh pengaplikasian data surveilans...

Masalah kesehatan dapat disebabkan oleh berbagai sebab, oleh karena itu secara operasional masalah-masalah kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan sendiri, diperlukan tatalaksana terintegrasi dan komprehensif dengan kerjasama yang harmonis antar sektor dan antar program, sehingga perlu dikembangkan subsistem surveilans epidemiologi kesehatan..

Dalam sistem ini yang dimaksud dengan surveilans epidemiologi adalah kegiatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit atau masalah-masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan penyakit atau masalah-masalah kesehatan tersebut, agar dapat melakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien melalui proses pengumpulan data, pengolahan dan penyebaran informasi epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan.

Memberikan treatment sesuai etiologi nya, begitupun kita melakukan tindakan, kegiatan, program, harus berdasarkankan pada masalah dan kebutuhan yang ada.

Jatinangor Project, sebuah program untuk pengembangan dan peningkatan kualitas kesehatan terintegrasi di berbagai desa di wilayah Jatinangor. Dan untuk itu, pengumpulan data surveilans pun kami lakukan guna memnuhi kebutuhan, menjawab masalah, sehingga program yang dikerjakan nantinya tepat guna dan tepat sasaran.



* suasana wawancara dalam pengumpulan data di desa cileles, Jatinangor..

Walau pun mungkin agak sulit setiap kegiatan kita harus dengan sistematika pengumpulan data survailans, apalagi untuk program yang kecil, tapi bergerak sesuai kebutuhan itu tetap menjadi keharusan, setidaknya survey kita lakukan sebelum memulai setiap program, harus ada analisis masalahnya !


* suasana survey untuk peringatan hari gizi..

1.2.10

Tragedi situ gintung: titik tolak perjalanan..

Masih ingat dengan tragedi situ gintung yang sempat membuat Indonesia murung, berada dalam haru biru duka pada saat itu??

Air bah akibat jebolnya tanggul Situ Gintung, karena curah hujan yang cukup tinggi dan kondisi situ gintung yang sekitar 78 tahun tidak begitu terurus itu mengakibatkan 300 rumah rusak dan hanyut. Total areal yang terendam air mencapai 10 hektar. Peristiwa ini menghancurkan wilayah sampai sekitar 5 km, merusak 3 desa. Menghabiskan kerugian milyaran rupiah. Memakan ratusan korban jiwa, dan korban luka. Serta menciptakan ribuan pengungsi di kala itu.

Tak bisa menghadirkan mentari, tapi lilin coba kami nyalakan memberi secercah sinar untuk menerangi. Bergerak, mencoba sigap dan menjadi garda terdepan dalam menyikapi dinamika sosial bangsa seperti ini.

Menginisiasi crisis center, kejadian ini menjadi langkah pertama kami dalam menyusun rangkaian panjang perjalanan tanggap bencana. Bermodal kepedulian, tekad, dan semangat, dengan ilmu yang mungkin masih sangat sedikit, kami memberanikan diri untuk turun pada saat itu. Keluar dari batas! Sebuah gerakan yang tak pernah dilakukan secara murni oleh mahasiswa FK Unpad sebelumnya.


* relawan FK Unpad untuk situ Gintung...

Dengan berupaya mensinergiskan lembaga-lembaga terkait dan perwakilan angkatan, kami berangkat menjemput aspek kebermanfaatan itu. Belajar berkoordinasi, belajar kemampuan kegawatdaruratan, belajar prihatin, kami dapatkan disana.

Memberikan bantuan berupa sumbangan dana dan kebutuhan logistik pada saat itu, melakukan berbagai kegiatan yang bisa dilakukan dan membantu korban serta relawan lain walau tak sesuai bidang, mulai dari mengepel lantai, menjaga dan mengorganisir gudang obat di posko utama, membawa dan menjaga perlengkapan logistik, konsumsi, hingga sampah, memeriksa pasien dan membantu perawatan, menjadi logistik obat, menjadi operator dan pusat informasi di posko utama, membantu trauma healing pada anak, hingga menjadi pengaman dan regulasi wartawan yang meliput kami lakukan disana.


* mulai dari pengumpulan dana..




* sedikit suasana di tempat kejadian...

Tidur satu barak bersama para pengungsi, mendengar cerita langsung seorang adik yang kehilangan kakaknya (meninggal), dan mendengar seorang ibu yang kehilangan anaknya, serta kesedihan seorang anak karena tak bisa melanjutkan sekolahnya membuat suasana menjadi lebih haru biru.

Tapi inilah hidup, dan hanya orang yang ikhlas lah yang akan mendapat balasan yang layak di sisi Nya kelak. Harus kuat, harus bertahan, untuk sampai tujuan. Semoga tergantikan lebih dari sekedar yang diharapkan.

Terimakasih kepada calon rekan sejawat FK UMJ atas penerimaan dan kerjasama nya yang sangat indah. Menemukan banyak keluarga baru disini.


* bersama calon rekan sejawat, keluarga, relawan FK UMJ..

Perjuangan itu akan selalu ada !

Respon sangat baik ketika kami mengadakan peringatan hari gizi di sebuah desa disekitaran Jatinangor. Dan disanapun ditemukan beberapa anak yang status gizi nya dibawah standar. Melihat kondisi itu pun, para kader kesehatan setempat meminta kami untuk kembali datang, memfollow up, dan melakukan upaya untuk anak-anak yang gizinya dirasa kurang tersebut. Peran mereka nyata, konkret!!

Dengan data yang mereka punya dari hasil penimbangan rutin posyandu, ditambah data dari puskesmas Jatinangor yang kami dapat, alhasil ditemukan sekitar dua puluh lebihan anak dengan status gizi kurang baik di daerah tersebut.

Melihat kenyataan itu, sebuah upaya dan tanggung jawab sosial untuk memberikan pelayanan terbaik demi kondisi yang lebih baik kami usahakan..

Penyuluhan terkait gizi, lebih ditekankan terhadap perhatian ibu terhadap gizi anaknya, kami lakukan kembali tepat pada saat pelaksanaan kegiatan rutin posyandu tersebut. Pemeriksaan ibu dan anak juga kami lakukan pada saat itu. Dan yang terakhir ialah menjemput bola, melaksanakan home visit, mengunjungi rumah-rumah berdasar data anak yang kekurangan gizi yang kami punya, melakukan edukasi terhadap orang tua nya disana, melakukan penimbangan dan pengukuran tinggi badan, lalu kembali memberi suplemen gizi sesuai usianya.


* penyuluhan pentingnya memperhatikan gizi anak pada warga yang menghadiri kegiatan posyandu pada saat itu..


* penimbangan berat badan anak..


* pengukuran tinggi (panjang) badan anak..

Apresiasi luar biasa terhadap para kader disana, waktu, tenaga, bahkan materi mereka turut keluarkan guna membantu lancarnya program ini...

Semoga (harus) ada perubahan kearah yang lebih baik, walaupun sedikit, kami tak ingin menjadi orang yang merugi, apalagi celaka..., perjuangan akan selalu ada untuk itu...!


* kami yang akan selalu berharap untuk keadaan yang lebih baik..

31.1.10

Peringatan hari gizi, sebuah rangkaian estafet perbaikan bangsa..

Masalah gizi kurang dan buruk hingga kini masih merundung Indonesia. Segenap upaya telah dilakukan pemerintah, namun belum menampakkan hasil yang signifikan. Bahkan, fenomena terakhir menunjukkan adanya peningkatan prevalensi masalah gizi yang lebih serius. Data Susenas 2005 menunjukkan, terdapat 28% berstatus gizi kurang dan 8,8% berstatus gizi buruk dari 18 juta balita. Krisis ekonomi, merosotnya nilai rupiah dan bencana alam yang beruntun, menjadi pemicu meningkatnya masalah ini.

Angka gizi buruk dan kurang gizi tiap tahun masih berkisar 27–28% dari seluruh balita yang ada (19.799.874 orang).

Berbagai penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara status gizi dengan kecerdasan anak. Otak dan jaringan syaraf berkembang sangat cepat sejak janin hingga bayi lahir. Sepuluh bulan setelah kelahiran, pertumbuhan otak dan jaringan syaraf tersebut berkembang dan akan maksimal (100%) setelah usia 2 tahun. Kemudian dilanjutkan perkembangan sel otak dan jaringan syaraf hingga usia 60 bulan atau masa balita berakhir. Jika dalam masa bayi dan balita (critical periode) gizi anak tak tercukupi, akan berakibat terhambatnya proses tumbuh kembang anak. Ini ditandai dengan sel otak yang tak tumbuh dengan sempurna dan kecerdasan anak menjadi rendah. Oleh karena itu, upaya perbaikan status gizi yang cepat dan tepat menjadi hal yang sangat mendesak dilakukan

Berfikir nasional, tapi bertindak lokal. Mengambil momentum hari gizi, kami menyelenggarakan sebuah upaya perbaikan gizi di sebuah desa kecil sekitaran Jatinangor, mengambil tempat di Pendidikan Anak Usia Dini Bunda Hajar (sebuah lembaga pendidikan gratis untuk warga yang tidak mampu), kami menyelenggarakan penyuluhan untuk para warga disekitar daerah tersebut, pembagian suplemen gizi untuk anak-anak (pembagian telur dan susu), dilanjutkan kunjungan dan pemberian bantuan suplemen gizi ke sebuah panti asuhan, juga di sekitaran Jatinangor.

Semoga bisa menjadi rangkaian estafet perbaikan gizi bangsa dari hal yang kecil, dari lingkungan terdekat.


* penyuluhan gizi untuk warga, para Ibu daerah sekitar..


* pembagian suplemen gizi, untuk generasi penerus bangsa..


* kunjungan sosial, sekaligus pemberian bantuan berupa suplemen gizi, untuk salah satu panti asuhan di Jatinangor...




* kita yang berusaha ingin terus memberi..

P3K goes to school...

Masih tentang P3K. Setelah sebelumnya memberikan pelatihan P3K untuk teman-teman kedokteran. Kini saat nya mentransfer ilmu dan nilai yang diperoleh pada lingkungan sekitar, masyarakat. Semangat memberi untuk menumbuhkan. Menyebar semua kader terlatih sebelumnya untuk turun ke SMP dan SMA yang ada di kota Bandung dan Sumedang.

Mereka mungkin tak akan terlalu mengerti ilmu nya, karena mahasiswa kedokteran pun perlu berkali-kali dilatih agar terbiasa dan memiliki skill yang baik. Yang ingin dibangun adalah jiwa nya, semangat nya, semangat memberi, peduli, menolong. Memberikan sebuah ketertarikan, untuk sebuah pembelajaran yang lebih mendalam yang kelak akan mereka terima.

Untuk sebuah generasi, yang berjiwa.


* pelepasan kader pelatihan p3K untuk masyarakat...




* suasana transfer ilmu dan transfer nilai dengan adik-adik SMP..


* bersama dengan adik2 mts ma'arif cikeruh jatinangor...


* yang bertugas saat itu... :)

Pelatihan P3K, memperluas ruang kebermanfaatan..



Apa yang akan kita lakukan ketika meliaht korban kecelakaan seperti ini??

Melakukan pertolongan pertama bukan?? P3K??
Lalu apa itu P3K??

P3K adalah pertolongan pertama yang diberikan jika terjadi suatu kecelakaan atau penderita sakit sebelum datangnya petugas medis seperti petugas ambulan, dokter, perawat dan lainnya yang bertujuan untuk menyelamatkan jiwa, mencegah cacat dan memberikan rasa nyaman terhadap korban.

Seseorang yang menguasai ilmu dan keterampilan ini mempunyai kemampuan memberi pertolongan pertama dalam keadaan darurat sesuai batas kewenangannya. Dengan kemampuan ini, mereka dapat menolong diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Tak banyak orang yang menguasai ilmu dan keterampilan ini. Oleh karena itu, suatu kewajaran ketika melihat banyak orang yang hanya merasa kasian, diam, dan hanya bisa berdoa ketika melihat korban kecelakaan seperti diatas. Mungkin setiap kita pernah merasakan hal seperti itu bukan??

Lalu apakah sebuah kewajaran jika mahasiswa kedokteran yang bersikap seperti itu??
Tak wajar nampaknya, karena hal seperti ini adalah ranah mereka. Cukup miris ketika tahu sebagian besar mahasiswa kedokteran pun belum memiliki kemampuan ini. Oleh karena itu, sebuah pelatihan P3K untuk seluruh mahasiswa FK Unpad pernah kami lakukan untuk menjawab keterbutuhan itu atas tanggung jawab sosial yang melekat pada setiap kita.



* pelatihan para trainer P3K di departemen anastesi RSHS..

Adapun materi yang dibawakan adalah:
1. Basic life support (bantuan hidup dasar)
2. Luka dan Shock
3. Fraktur dan Pembidaian
4. Transportasi dan Evakuasi

Sebuah pembelajaran untuk kebermanfaatan yang lebih luas.






* suasana pelatihan P3K pada saat itu..


* kita yang berpartisipasi, untuk sebuah kontribusi..

wali pohon: sebuah bentuk harmonisasi...


* dimana temanku??

Pohon yang terpisah tumbuh dari rekan rekannya.Terkesan sendirian padahal di gunung Argopuro ini vegetasi pepohonanya cukup lebat.Foto ini sengaja diambil salah satu anggota national geographic untuk penggambaran kondisi pohon - pohon di gunung - gunung lain di Indonesia yang makin mengkhawatirkan.

Kondisi hutan yang tersebar di berbagai daerah Indonesia saat ini memprihatinkan. Sebagian hutan sudah gundul dan tidak ditumbuhi pohon lagi.

Sedikitnya 47 juta kondisi hutannya sudah rusak, dan 42 juta keadaannya sudah tidak berpohon lagi, akibat penggundulan. Sehingga tidak heran, di negara Indonesia banyak bencana alam dan longsor.

Sebuah harmonisasi manusia dan lingkungan nya, setelah sebelumnya bersama rekan-rekan Universitas Padjadjaran menyukseskan acara GO GREEN dengan menanam 5000 pohon dilingkungan Unpad, maka kini giliran teman-teman fakultas kedokteran Unpad yang coba melakukan harmonisasi dengan sebuah gelaran yang bertajuk WALI POHON, sebuah penanaman pohon dan perawatan selama 5 tahun untuk pohon yang ditanam di gunung Kareumbi.

Karena pengabdian harus terintegrasi, tak hanya pada manusia, tapi juga terhadap sistem yang terintegrasi bersamanya, lingkungan!





* wali pohon: sebuah bentuk harmonisasi...


* teman-teman suksesor wali pohon...

Solidaritas untuk saudara-saudaraku di Palestina...

Pada tanggal 27 Desember 2008 hingga awal januari 2009, penyerangan Israel terhadap Palestina tak kunjung usai, serangan udara Israel yang meluluhlantakkann Gaza, dan menewaskan tak kurang dari 280 orang. Tak berhenti, segala daya upaya dilakukan oleh tentara Israel, dengan buah kesuksesan sedikitnya 429 orang tewas dan 2.000 orang lainnya luka-luka. Perwakilan PBB menambahkan, lebih dari setengah yang terbunuh itu adalah warga sipil, sementara korban dari pihak Israel sedikitnya 4 orang meninggal. Korban tiap harinya selalu bertambah di pihak Palestina pada saat itu.

Sebuah bentuk solidaritas, walau memang tak menyelesaikan masalah coba kami lakukan dengan cara sederhana sesuai kapasitas kami sebagai mahasiswa kedokteran, sangat sederhana malah, dengan mengumpulkan dana dengan cara melakukan pengukuran tekanan darah (tensi) gratis di pasar Unpad pada saat itu. Tepat beberapa menit setelah teman-teman pengabdian kepada masyarakat FK Unpad dilantik. Tak seberapa memang hasil yang diperoleh, tapi semoga nilai dan semangat nya bisa terus membakari sebuah perbaikan.

Hanya inilah dan doa yang bisa kami berikan untukmu saudaraku!




* pengumpulan dana dengan jasa tensi gratis untuk Palestina..


* pengabdian kepada masyarakat FK Unpad angkatan 2007..